Selasa, 09 Oktober 2018

Puisi Remaja Masa Kini

“Puisi itu imajinasi, keindahan bahasa, bedalah sama politik, filsafat, maupun sains, telah pasti tutorial memandangnya juga tidak sama.” Demikianlah tasumsi yang tidak jarang saya dengar. Tasumsi yang sekaligus membikin saya terus bingung: Sejak kapan bahasa yang indah serta imajinasi dijadikan indikator untuk mekualitas mana faktor yang cengeng serta mana yang bukan? Mungkinkah Einstein menemukan teori relativitas tanpa adanya imajinasi?

Puisi Remaja Masa Kini

Apa puisi diidentikkan dengan kecengengan sebab dominan dengan tema cinta? Tidak juga. Meskipun cinta merupakan tema yang tidak jarang ditulis dalam puisi. Tapi apabila kami perhatikan, setiap penyair pasti punya tutorial sendiri dalam memandang apa itu cinta. Pengfotoan cinta dengan cara mendayu-dayu seperti yang tidak jarang kami temukan pada puisi-puisi di sosial media umpama, pasti tidak ada apabila kami cari dalam puisi-puisi cinta karya Chairil Anwar. Padahal Chairil sendiri merupakan seorang penyair yang “dikutuk-sumpahi eros”. Sebagai contoh, saya kutipkan puisi Chairil yang saya ambil dari dua judul tidak sama: kalau mau kuterima kau kembali/untukku sendiri tapi/sedang dengan cermin aku enggan share// (Penerimaan) alias dalam puisinya yang lain: ah, hatiku yang tidak mau memberi/mampus kau dikoyak-koyak sepi// (sia-sia)

Membaca kutipan puisi tersebut, bukankah kami menemui seperti adanya keangkuhan, alias harga diri yang berusaha masih dijaga, meskipun siapapun saja tahu  bahwa masalah cinta terbukti begitu menyesakkan? Dapat dikatakan, mungkin Chairil merupakan seorang yang eksistensialis dalam memandang cinta.

Memahami Cinta Dari Aspek Yang Lain


Diamlah
Izinkan aku berkata di hadapan kalian
Dengarkanlah suara-suara kami
suara orang-orang diam
Luar biasa diri dari peradaban
dari hiruk pikuknya dunia
aku hanyalah seorang pemimpi
seorang penghayal
menganggap yang semu itu nyata
yang nyata itu semu
kahlil gibran bilang
setiap lelaki mencintai dua orang perempuan
satu dalam khayalannya yang begitu sempurna
dua merupakan wanita bernafas yang penuh dengan ketidak lebihan
sehingga dirinya bilang
wajibkah aku menggantikan kedudukannya yang sempurna itu dengan wanita tanah liat yang bernafas ?
pernahkah anda dengar
cerita setemanan kupu-kupu yang ingin mengenal semacam apa nyala lilin itu
mereka utus satu diantara mereka untuk menyelidiki
namun ia hanya menonton dari kejauhan dan pulang kembali untuk bercerita terhadap temannya
tidak lebih puas, mereka utus satu lagi
ia menonton lebih dekat dan membakarkan sedikit sayapnya pada lilin yang menyala itu
akhirnya ia kembali dengan sedikit luka di tubuhnya
nyatanya ada yang belum puas dan ingin serba tahu
ia kesana dengan penuh rasa keingin tahuan
ia dekap lilin yang menyala itu
ia tahu semacam apa nyala lilin itu
menyala bersama tubuhnya yang turut dan
dari kejauhan ada kupu-kupu bijaksana yang sedari tadi mengamati
ia mengatakan
dia sudah mengenal apa yang ingin diketahuinya
tapi hanya dirinya sendiri yang tahu tidak ada yang bisa membicarakannya


Pujangga Kelabu


Ini wajah penuh bayang
Bayang bakal gelapnya malam
Disaat kujejaki jalan berdua
Bersama penyesalan bakal cerita
Kesalahanku sebelumnya
Membikinku tidak menentu
Tak harap nyalkan api kehidupan
Menyalakan percikpun sehingga mimpi

Sajak ini kubuat untukku mneyesal
Rugi bakal ceritaku
Di masa yang susahSusah dalam segala hal
Kukatakan jua bersama ini
Penyesalan diri

Teringat pula bayangan cerah
Cerah di depan mata
Memandangi itu dengan segan
Dengan penuh harap kacau
Mengacau sebab tidak tau
Mengenai perjalanan di belakangku
Hanya kulihat depan jalannya saja
Tak urung ku rutin merenung
Hidup pujangga kelabu

Demikianlah Puisi Remaja Masa Kini