Jumat, 29 November 2019

Upaya Penanganan Medis Sekaligus Pencegahan Thalassemia

Darah adalah unsur penting dalam kehidupan manusia. Gangguan pada peredaran darah atau komponen darah itu sendiri akan merusak kerja organ tubuh. Salah satu contohnya adalah kelainan menurun yang terjadi pada kasus thalassemia. Adanya mutasi gen yang berakibat pada cacatnya hemoglobin pada sel darah merah mengakibatkan penyakit menurun ini. Lalu, apakah ada upaya pencegahan thalassemia? Simak uraian berikut dari gejala, penanganan, sampai pencegahannya.

Gejala Penderita Thalassemia
Sedikit banyak dari penjelasan sebelumnya, pasti Anda sudah memahami apa itu thalassemia. Suatu kelainan darah yang bersifat genetik atau menurun ini sangat mengganggu kinerja organ tubuh yang menyebabkannya tidak berfungsi dengan baik. tidak seperti penyakit pada umumnya, gejala penderitanya belum tentu terdeteksi.

Alasannya adalah tidak munculnya gejala pada penderita thalassemia minor atau ringan karena mutasi gennya terbatas. Penderitanya hanya membawa gen bersifat thalassemia atau disebut gen carrier. Dalam kasus tertentu, gejalanya baru akan muncul ketika penderitanya mengalami suatu kondisi tertentu, misalnya melahirkan, operasi, kecelakaan, dan mengalami dehidrasi.

Gejala Penderita Thalassemia

Berbeda halnya dengan thalassemia mayor atau parah. Kasus ini benar-benar merupakan thalassemia karena penderitanya memang mengalami gejala anemia yang parah. Tidak seperti jenis minor yang tidak menimbulkan gejala atau hanya dalam kondisi tertentu saja. Selain mengalami anemia yang parah, gejala thalassemia mayor cukup banyak yaitu sakit dada, pucat, tubuh lemas, sesak napas, detak jantung cepat, pusing, rentan infeksi, perut bengkak, pertumbuhan melambat, dan kondisi lainnya yang terkait. Untuk itu, sangat penting upaya pencegahan thalassemia agar tidak ada lagi penderitanya.

Penanganan Medis Penderita Thalassemia

Penanganan Medis Penderita Thalassemia

Transfusi darah adalah penanganan medis yang tepat dan umumnya dilakukan untuk penderita thalassemia. Metode ini dibutuhkan untuk menambah jumlah hemoglobin yang sehat dan menunjang pengikatan oksigen yang mencukupi agar fungsi organ tubuh dan metabolismenya berjalan lancar. transfusi darah ini dibutuhkan untuk penderita thalassemia mayor. Untuk kasus ataupun thalassemia minor, dilakukan jika memang penderita membutuhkan tambahan darah dalam kondisi tertentu.

Jika thalassemia sudah terjadi pada seseorang dan memang belum ada tindakan pencegahan thalassemia, diperlukan penanganan medis dengan segera. Metode transfusi darah tersebut ternyata masih menimbulkan efek samping berupa penumpukan zat besi di dalam tubuh penderita. Untuk mengatasinya, dr. Pustika Amalia, SpA(K) dari RS Cipto Mangunkusumo dari Divisi Hemato-Onkologi Anak menyatakan bahwa akan dilakukan tindakan medis berupa terapi kelasi besi dengan aturan mengonsumsi obat seumur hidup bagi penderita thalassemia mayor.

Dr. Lia juga menambahkan bahwa terdapat reaksi lain dari transfusi darah yaitu berupa gatal, syok, dan demam. Ditambah lagi, terdapat kemungkinan mudahnya terinfeksi penyakit hepatitis B, C, ataupun HIV.

Upaya Pencegahan Thalassemia

Upaya Pencegahan Thalassemia

Pencegahan thalassemia merupakan suatu antisipasi agar tidak ada penderita thalassemia lagi. Hal ini dilakukan dengan cara mencegah pernikahan dari pasangan yang mempunyai gen pembawa sifat thalassemia. Hal ini sudah diterapkan di negara maju dan beberapa negara tetangga dengan mewajibkan skrining thalassemia untuk anak remaja dan pasangan yang akan menikah.

Jika memang terjadi pernikahan, masih bisa dilakukan pengecekan apakah janinnya mengalami thalassemia minor atau mayor saat usia kandungan antara 12-16 minggu. Diagnosis prenatal ini dapat mengetahui kondisi janin dengan akurat.

Yang dikhawatirkan adalah jika janinnya mengalami thalassemia mayor yang tentu saja mempunyai gejala anemia parah dan harus melakukan penanganan medis seumur hidup untuk tetap bertahan. Jika dilakukan pengobatan, transplantasi sumsum tulang bisa dijadikan pilihan setelah janin tersebut lahir dan usianya cukup untuk melakukan operasi.

Itulah berbagai penjelasan mengenai gangguan tubuh akibat mutasi gen yang merusak hemoglobin. Dalam kasusnya, tingkat keparahan mutasi gen menjadi sebab utama seperti apa gejala dan kondisi penderitanya. Penanganan medis sangat penting bagi penderita dengan memperhatikan kondisi dan jenis penyakitnya. Untuk pencegahan thalassemia, upaya ini sangat penting agar tidak mengalami kelainan darah.

Sumber Artikel:
www.alodokter.com
hellosehat.com
www.ayahbunda.co.id

Sumber Gambar:
www.sehatq.com
www.alomedika.com
economictimes.indiatimes.com